mps_25_sept_2010

Metode Penelitian Sosial
Prof. Wasino
Jumat, 25 september 2010
Jam. 15.50 sd selesai

Apa itu peneltiian?
Penelitian yaitu dialog antara agreement reality dan experiential reality
agreement reality yaitu realitas yang diberitahu
experiential reality yaitu realitas yang dilakukan/ pengalaman

model penelitian
penelitian dimulai dari teori, dirunkan ke model-model, kemudian memperjelas/mempertajam konsepnya, dilanjutkan membuat hipotisis kerja, selanjutnya difinisi operasional, (pedoman pengambilan data) pengembangan alat-alat riset-indikator-pengamatan. Dalam kualitatif, orangnya merupakan instrument. Selanjutnya terjun dilapangan, kemudian dilakukan analisis data, kemudian mengembangkan deskripsi. Dari deskripsi dbuat tipologi-tipologi. Kemudian pengambilan kesimpulan-kesimpulan umum. Generalisasi itu ada yang umum ada juga yang terbatas. Terbatas waktu dan terbatas tempat. Kemudian melakukan penjelasan/ explanasi. Ada yang dijelaskan ada yang menjelaskan. Kemudian menilai kredibilitas dan realibilitas. Kemudian membuat prediksi. Kemudian menentukan implikasi untuk kebijakan dan tindakan. Jika sudah, maka akan menjadi teori. Jika berulang-ulang akan ketemu lagi. Disebut a model of  the research cycle. Sederhananya adalah mencocokkan teori dan pengalaman.

Corong konseptual (the conceptual funnel)
Penelitian dapat dimulai darisebuah fenomena atau aktivitas sosial. Para peneliti yang komit dalam penguatan dan perubahan sosial. Kemudian dari pengalaman untuk mengembangkan dari beberapa aktivitas, memiliki satu topik. Hal di atas disebut corong konseptual.

Ada dua tradisi pada ilmu sosial.
positivistic-naturalistic dan humanistic-culturalistic
positivistic-naturalistic
-         ilmu2 sosial itu sama dengan ilmu alam. Seperti penelitian kualitatif menganggap masalah sosial dapat dijawab dengan pendekatan seperti ilmu alam, yaitu dapat di ukur.
-         Ada rangkaian penawaran yang sama, metodologi yang sama, metodologi yang sama, dalam ilmu alam dan sosial. 
-         Fakta sosial seperti fakta fisik, sama-sama nyata, sama-sama empiris, dan sama-sama dapat diukur.

humanistic-culturalistic
-         Ada perbedaan yang hebat antara suti fisik dan studi sosial
-         Alasannya sendiri, metodologi nya sendiri,
-         Fakta sosial itu nampak sebagai aktivitas yang penuh makna. Juga memahami apa yang diteliti. Dan merupakan interpretasi subjek. Proses menafsirkan ini namanya veerstehen.
-         Produknya dalam bentuk deskriptif.

Ontologism
Asumsi paradigma kualitatif dan kuantitatif
Apa dasar dari sebuah realitas
Kuantitatif: realitas adalah objektif
Kualitatif: realitas adalah subjektif dan kompleks

Epistemology
Apa hubungan peneliti dengan yang diteliti
Kuantitatif: peneliti independent
Kualitatif: peneliti tidak independent

Axiological
Apa peranan nilai-nilai
Kuantitatif: tidak ada nilai. Bebas nilai. Seperti penelitian atom dari Einstein
Kualitatif: terikat nilai dan bias

Theoretical
Bagaimana dalam bahasa penelitian
Kuantitatif: formal, menggunakan definisi dasar, impersonal voice, menggunakan kata kunci kuantitaitf.
Kualitatif: informal, keputusan2 itu melibatkan yang diteliti, ada personal voice, dan menggunakan kata kunci kualitatif.

Meetodologi
Bagaimana proses penelitiannya?
Kuantitatif: prosesnya deduktif, sebab akibat, sebelum studi sudah tahu hasilnya, bebas konteks (semuanya berlaku), diarahkan pada prediksi, dan menggunakan jargon akurat, valid, dan reliable.

Kualitatif: prosesnya induktif. Teori itu pengetahuan, yang penting dilapangan. Untuk proposal kualitatif, dapat bergeser2. faktor-fakotr yang dikembangkan sailing berhubungan. yang di desain muncul di lapangan. Identivikasi selama proses research. Misalnya konsep miskin orang rembang dengan orang solo, berbeda. Punya rumah dan sepeda motor di bilang miskin dan tidak miskin. Pola-pola rteoari dikembangkan  dilapangan. Mengetahui akurat dan realibilitas memalui verivikasi.

Diskusi:
Suhadi rembang: Kenapa perguruan tinggi eks ikip banyak menggunakan metode kuantitatif?
Prof. wasino:
Karena dosennya bisanya metode penelitian kuantitatif.
Pertanyaan penelitian beserta strateginya
- Jika tujuan penelitian eksploratory: maka pertanyaannya apa yang terjadi deprogram-program sosial? Strategi peneltiian nya dapat menggunakan studi kasus dan studi lapangan. Untuk pengambilan data dilapangan dengan cara: partisipasi, pengamatan, wawancara mendalam, wawncara dengan elit, dan FGD.
- explanatory itu untuk menjelaskan kekuatan-kuatan untuk menjelaskan fenomena. Pertanyaannya; kejadian2 apa, sikap2 apa, kepercayaan2 apa yang menyebabkan itu? Contoh: kenapa setelah reformasi kok Indonesia penduduknya banyak? Ini kan penjelasan. Lha nanti kan ketemu. Setelah diteliti, program kb tidak jadi program utama. Karena para penyuluh kb tidak melayani orang-orang miskin dengan baik.
Kenapa jalan raya makin lama makin padat? Salah satunya kepercayaan. Tidak dianggap kaya kalau tidak memiliki mobil.
Untuk mengidentivikasi sebab-akibat untuk mempertajam fenomena. Pertanyannya, faktor-faktor apayang saling menguatkan.
Misalnya KB. Kebijakan, meningkatnya kemakmuran, tidak menggunakan kb, dll. Ini dapat menggunakan multi study.
Pengumuplan data daoat dengan partisipasi, obsevasi, wawncara mendalam, pertanyaan survey, dan analisis document.

-         deskripsi
untuk mendokumentasikan fenomena2 yang ada. Yang dilteliti, pertanyannya yaitu ingin mengetahui dibalik perilaku kejadian2, kepercayaan, proses, sikap, struktur, darei fenomena itu. Strateginya dengan studi lapangan, studi kasusu, dan etnografi.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "mps_25_sept_2010"

Post a Comment