Galery

Galery

Presentasi Kajian Buku oleh Woro Kris dkk

selamat pagi
saya langsung isinnya saja ya

buku ini sudah pas ya dan bisa di bilang pas-pasan.
buku ini sudah baik.
buku ini sungguh menarik.

(kata mbak nur, dosene ngantuk).

sajiannya menarik.
sajinnya juga tidak bias gender.
dibuku ini tidak ada unsur sara.
buku juga sudah menyediakan umpan balik.
buku ini tidak nggedhapbiyah.

(kata pak witarto, buku ini tidak ada kekurangan dan tidak ada kelemahan).

pesan dalam buku ini sangat jelas.
buku mengajak pembaca untuk berfikir.
buku ini mengajak pembaca untuk membangun pola pikir yang sama.

(kata pak witarto, coklat itu soklat).
buku sudah ringkas jadi siswa langsung faham.

(dosene sudah tidak ngantuk, karena presentasinya lucu).

panjang pendeknya paragraf itu tidak mempengaruhi buku.
(apa benar? banyak buku yang berkualitas dan mendalam, memuat ribuan paragraf yang panjang-panjang lho).

buku ini murah.
buku ini bisa di download di internet, gratis.
(masuk warnet tidak gratis lho pak)

buku ini memang murah, tapi ada gambar yang menyesatkan karena gunungapi dengan simbol segitiga hitam. (bukunya murahan sih pak).

buku ini terbatas stoknya. (kan bisa di print sendiri pak).

("saya tidak mengenal penulisnya dan saya tidak tahu penulis buku ini lulusan dari mana", ungkap mas candra. "saya hanya menganalisis bukunya", tambah mas candra).

komentar suhadi rembang:

era digital saat ini, tradisi copy paste marak terjadi. semua orang juga tahu, bagaimana mekanisme BSE dalam bertransaksi dalam bisnis buku.

dalam menganalisis buku/ dokumen (apalagi buku pelajaran yang memiliki pangsa pembaca yang luas), menurut saya tidak bisa hanya dianalisis dokumennya saja.
untuk menganalisis buku harus di baca dengan buku lain.

misalnya buku diterbitkan 2009, maka buku itu dapat dianalisis dengan setting ada yang sedang terjadi pada tahun tersebut dan tahun-tahun sebelumnya. dengan demikian terdapat discus.

pada prinsipnya, untuk menanggapi sebuah buku itu biasanya ditanggapi dengan meluncurkan buku lagi.

setting sosial juga perlu dihadirkan dalam menganalisis sebuah karya buku. ini sebenarnya teknik dengan pendekatan antropologis. pendekatan ini juga sering digunakan kalangan intelegent. dengan pendekatan ini, pembaca akan tahu siapa penulis buku itu, bagaimana pola pikir seorang penulis, apa saja karya yang telah dihasilkan, bagaimana pandangan atau tanggapan penulis lain tentang penulis buku tersebut,  dan berapa besar buku ini digunakan penulis lain untuk bahan referensi atau yang lain.

buku itu kan hasil tulisan orang. kalau menganalisis buku tanpa mengetahui orang yang menulis buku itu, kayaknya ada yang kurang.  bukankah demikian?