Galery

Galery

Indonesia tertarik Islam Arab, Mengapa?

Terdapat empat alasan islam arab menarik untuk orang indonesia
  1. mengajarkan kebaikan
  2. pendekatan persuasif (damai)
  3. pendekatan represif (politik), dimana runtuhnya majapahit ada dua kepentingan, yaitu; perebutan kekuasaan dan penyebaran agama. Sunan kalijogo ingin persuasif. Sedangkan sunan giri dan kudus menginginkan represif. 1478 sm majapahit runtuh. Majapahit di serang demak. Brawijaya ke lima di bawa ke demak. Kemudan demak menunjuk raja perwakilan yaitu gerinda wardani itu raja bawaan (adik ipar Raden Patah). Raden patah yang di demak. 1978-1986 sebabnya karena ada adipati (pemerintah perwakilan) dari cina. Kemudian adipati itu di bunuh. Gerinda wardani di angkat. Tapi gerinda wardani bersekongkol dengan protugis. Kemudian raden patah menyerang yang kedua kalinya. Gerinda wardani memilih protugis. Kemudian semua rakyat majapahit dipaksa memeluk agama islam. Kemudan ada pelarian masyarakat majapahit yang tidak mau memeluk agama islam, mereka lari ke bali, lombok, dan tengger.
  4. Lewat warisan. Karena generasi yang di atasnya itu islam, maka generasi berikutnya islam.

Selama ini islam yang ditonjolkan itu rahmatan lil alamin, kalau itu secara ontologis.
Kemudian agama itu perlu pendukung, yaitu manusia. Pendukung yang pertama itu arab dan suriyah. Melalui lewat perang. Saat abuk bakar dan umar itu perluasan ekspansi penyebaran islam. Melalui persuasif pastinya tidak menang, makanya pakai represif, karena setiap daerah yang diekspansi itu punya kedaulatan dan agama. Selanjutnya, kemudian butuh pendukung lagi misalnya rakyat indonesia, padahal indonesia sudah punya agama sendiri.

Logikanya begini,
x1 sebagai pihak kuat
x2 sebagai pihak lemah
jika xi dan x2 seimbang maka akan terjadi kompromi
jika ingin x2 menang maka harus melawan
jika x2 menang, maka akan memaksa x1.

Dalam hukum politik, yang memaksa belum tentu maling, tapi juga bisa yang memaksa itu orang baik. Benar bisa salah, dan salah bisa menang. Adakalanya benar harus dibenarkan. Adakalanya salah harus dibenarkan, dan lain sebagainya.

Contoh raja iskandar agung itu nyerang ke mana-mana, tapi karena menang, makanya dia benar. Gajah mada juga demikian. Jan kurangajar.

Kepentingan praktis itu ada dua, ada yang berorientasi kualitas dan ada yang kuantitas. Kepentingan kualitas itu karena memperjuangkan kebenaran dan nilai-nilai. Ada juga kecenderungan kualitas, yaitu meningkatkan pengikut yang sebanyak. Menang tapi mendapatkan pengakuan benar makanya harus punya pengikut yang banyak.

Pancasila itu harusnya menekankan kualitas, bukan dominasi, bukan kuantitas. Dengan demikian pancasila akan menjadi hal yang sangat menarik.

Kalau sudah memilih, harusnya haknya dihilangkan.

Kristen itu kan dibawa penjajah. padahal penjajah itu kan menindas. Tetapi kristen punya ajaran moral untuk tidak menindas.


Maulana iskak itu kan kawin dengan putri sekar dadu yangsakit keras, blambangan. Terus adipati blambangan sayembara. Siapa yang bisa ngusadani, maka akan dijadikan menantu. Iskak itu agama islam. Dan blambangan itu hindhu. Kemudian iskan menanmkan agama baru. Tapi raja blambangan tidak mau. Tapi sekar dadu senang, kemudian melahirkan sunan giri. Sunan giri kemudian di buang. Kemudian ditemok saudagar. Dipondokke di ampel. Kemudian dipek mantu sunan ampel. Ujung-ujungnya kalau orang itu diterima itu pasti menekan. Yo wis ngono kuwi.