Galery

Galery

Bedanya apa Kualitatif & Kuantitatif

Perbedaan pendekatan penelitian
Prof. Dewanto

Penelitian kuantitatif; mengambil kesimpulan dari generalisasi (umum)
penelitian kualitatif: kesimpulan dari kasus perkasus

Contoh:
Berapa umur seseorang menjadi gubernur. Jika secara umum yang jadi gubernur umur 35 tahun, maka kesimpulannya, yang jadi gubernur berumur 35 tahun. Itu contoh kuantitatif.

Kenapa sby disenangi perempuan?
orang yang kalem
gedhe lemu (gagah)
dll (tapi menyakitkan)

kalo SBY, tiap hari jumat kok buat fatma, yang polisine bingung.

kalo habibie, ke kantor bawa komputer sak gong, bicaranya banyak, tapi gak mudengke.

Untuk kualitatif, hati-hati. Orang yang perutnya kenyang dan lapar, cenderung jawabnya beda. Laporannya ratusan halaman, tapi intinya kurang dari 5 halaman.

kalo kita penelitian, kita buat hipoteisis. Hipoteisis dari teori.
Nulis theisis itu harus berangkat dari anti tesa, dari teori-teori dulu. Teori itu diangkat dari mana?
Apakah teori bisa gugur ketika di uji?

Misalnya tentang peranan publik, ada dua, berperan di wilayah ekonomi dan non ekonomi. Ternyata tidak hanya dua itu. Pada saat saya penelitian di daerah pesisir, ternyata bukan hanya dua itu. Banyak sekali. Tapi peran yang menonjol yaitu macak (merias diri). Kalo mau arisan saja pakainnya bagus. Biasanya, jika ibunya karier, anaknya kacau. Biasanya seorang ibu yang sibuk, perhatian untuk anaknya diganti dengan sepeda motor. Gender harusnya ke arah itu, bukan menuntuk hak saja. Anak itu merupakan tanggung jawab utama bagi bapak dan ibu. Bapak ibu jadi profesor, tapi anaknya gak keurus. Jadi semuanya berjalan seiring. Menurut saya, gender ya seperti itu.

Kembali ke teori, misalnya dalam peneltiianmenggunakan teori A.
menggunakan teori A1 kemudian di uji hasilnya gugur
menggunakan teori A2 kemudian di uji hasilnya cocok

Teori dapat diambil dari pakar, atau dari penelitian yang valid. Penelitian yang valid itu yang dapat diji kebenarannya. Dalam satu masalah, seharusnya tidak diselesaikan dengan satu teori saja. Gunakan saja banyak teori, mana yang lebih cocok. Begitu.

Suatu hasil penelitian dapat diukur hasilnya sebagai berikut;
datanya valid tidak
metodenya cocok tidak
sampelnya mewakili tidak (responden)

Hasil penelitian dari BKKBN (2010) gadis di surabaya, 50% lebih tidak gadis lagi. Untuk mengukurnya ya dengan tadi. Begitu...

Tulisan wartawan itu dapat digunakan dalam penelitian, yang penting respondennya jelas.

Dalam maslah UN. Terdapat antitesa di lapangan, padahal teorinya tidak. Lha ini logika dalam membuat thesis. Thesa-thesa terdahulu di gunakan. Apakah betul UN dapat menyelesaikan hidup masa depan anak. Apakah UN akan membawa anak ke perguruan tinggi. Padahal kenyatannya tidak. ha... padahal upetinya yang berpengaruh.

Kalo menggunakan teori metodologi itu pakai yang terbaru. Pakai yang babon. Gunakan yang terbaru, mutakhir, dan komprehensif.