Galery

Galery

Analisis Kelayakn Isi pada buku Sosiologi Budiarti Jurusan IPS Kelas XII Semester Gena

Analisis Kelayakn Isi pada buku Sosiologi Budiarti Jurusan IPS Kelas XII Semester Genap

Berikut ini akan disampaikan analisa buku tentang Komponen kelayakan isi. Komponen kelayakn isi hendak di analisis diantaranya; (1) cakupan materi, (2) akurasi materi, dan (3) kemutakhiran materi.

Secara umum, gaya penulisan buku ini dengan pendekatan deduktif partial. Deduktif partial yang dimaksud adalah memulai tulisan dari suatu perspektif/ teori, namun tidak diakhiri dengan data-data lapangan, makanya hanya partial.

Materi tentang perubahan sosial lebih tepat dengan pendekatan induktif. Namun penulis tidak menggunakan pendekatan ini. Dengan pendekatan induktif, pembaca (siswa) akan lebih cepat memahami tentang peta materi.

Sumber dokumen yang digunakan pada buku ini relatif dokumen lama. Hal ini dapat dilihat pada daftar pustaka, sumber dokumen terbaru adalah buku terbitan 2001. padahal buku ini diterbitkan pada tahun 2009. Hal ini dapat dilihat lagi dalam mengutip teori perubahan sosial. Teori yang digunakan yaitu dari Gillin dan Gillin sebagaimana yang dikutip Sukanto (1982 : 307). Buku dibuat tahun 2009, tetapi sumber yang digunakan tahun 1982, jadi terdapat selisih antara dokumen yang digunakan dengan penerbitan buku dengan selisih 27 tahun).
Pada halaman 7 tentang factor ekstern sebagai sub dari Faktor Terjadinya Perubahan Sosia. Pada materi ini juga terkesan bahwa akurasi materi dan kemutakhiran materi tidak diperhatikan penulis buku. Hal ini dapat dilihat idak menyertakan media social sebagai kekuatan penting sebagai intrumen perubahan sosil. Media social yang pandang sebagai pilar kelima dari system demokrasi pada saat ini (baca H.U. Kompas, 17 Desember 2010).

Hadirnya hadirnya internet dan media social pada saat ini telah berperan dalam membangun perubahan social. Dimana hadirnya internet dan media social merupakan pilar kelima dari kekuatan demokrasi setelah pilar lembaga yudikatif, eksekutif, legislatif, dan media, tidak mampu menjadi control kekuasaan sektoral/ individual yang jauh dari kepentingan bersama (commonsense).

Pada materi tentang proses perubahan social di Masyarakat, tidak secara utuh menggambarkan perubahan social yang terjadi pada masyarakat di dunia. Menghadirkan materi tentang bagaimana bangsa-bangsa yang pada saat ini besar yang dulunya kecil, atau bangsa-bangsa yang saat ini menjadi kecil tetapi dulunya besar. Terlebih pada perubahan social pada masyarakat Indonesia. Konteks histories memang telah dihadirkan, namun hanya partial, itupun masih berbau sejarah politik kekuasaan yang hingga saat ini sarat dengan nilai. Dengan menghadirkan materi tersebut, tentunya akan memberi nilai moral dan tanggung jawab social bagi generasi muda (siswa SMA jurusan IPS dan para guru pengampu Sosiologi dan Antropologi) untuk menjadi agent of change yang sebenarnya.

Materi tentang penemuan-penemuan baru yang mengubah dunia sosial tidak mendalam. Beberapa temuan-temuan baru tidak di muat. Temuan seperti; Listrik, Elektronika (ie. transistor dan IC), Robotika (eg. mesin produksi, mesin pertanian), TV dan Radio, Teknologi Nuklir (ie. E=mc2), Mesin Transportasi (ie. Mobil), Komputer, Internet, Pesawat Terbang, Telepon dan Seluler, Rekayasa Pertanian dan DNA (termasuk kloning), Perminyakan, Teknologi Luar Angkasa (ie. satelit dan spacecraft), AC dan Kulkas, Rekayasa Material (eg. material bangunan dan kerangka mesin), Teknologi Kesehatan (eg. laser, IR, USG), Fiber Optic, Fotografi (eg. kamera, video), Teknologi Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga, dan Moral Movement. Beberapa temuan di atas merupakan dua puluh temuan yang memeiliki pengaruh dalam perubahan sosial pada masyarakat di dunia. Tentu materi ini memeiliki peran penting dalam tumbuh kembangnya semanat siswa. Dengan dihadirkan materi yang mutakhir, siswa akan terinspirasi dalam kegiatan invention dan discovery. Siswa sebagai generasi muda akan mampu bersaing dan bersaing dalam kancah global.

Gambar yang digunakan untuk memperjelas materi, semuanya tidak karya sendiri tetapi diambil dari berbagai sumber. Hendaknya sumber yang dimasukkan dalam buku, merupakan gambar milik sendiri. Dengan demikian jika terdapat permasalahan tentang gambar, penulis yang langsung bertanggung jawab. Apalagi asal-usul gambar di dunia maya tidak jelas dimana dan bagaimana cara mengambilnya.
Dalam pemilihan gambar, sebagian besar menawarkan gaya hidup ala barat atau westernisasi.mata pelajaran sosiologi di SMA hendaknya menghadirkan gambar-gambar yang mengangkat fenomena sosial dan kearifan sosial sebagaimana Indonesia ini sebagai masyarakat yang multikultural. Gambar merupakan instrumen simbol yang menyimpan makna. Jangan salahkan anak muda sekarang yang cenderung malas dan bermental hedonis karena seringkali berinteraksi dengan gambar yang membangkitkan semngat malas sekaligus hedonis.
Pada bagian Dampak Perubahan Sosial Diakibatkan Modernisasi dan Globalisasi , perlu dibahas lebih dalam. Memang dampak modernisasi telah diulas, namunrelatif sedikit. Padahal dampak modernisasi dan pengaruhnya terhadap masalah-masalah sosial di Indonesia dalam keadaan gawat.

Modernisasi yang mengusung karakter efektif dan efesien, sebagian besar menganggap gagal. Hal ini dapat dilihat telah terjadinya kemiskinan, kekerasan, dan anakhisme dalam berbagai bidang. Dengan modernisasi ini telah berdampak tradisi berfikir, pupus. Semua masyarakat ingin instan seperti yang dilihat di media iklan. Tentunya materi tentang dampak modernisasi pada bukunya Budiati ini perlu penekanan. Begitu halnya dengan dampak globalisasi.

Pada halaman 60 hingga 62 belum begitu tampak tentang bagaimana peranan lembaga keluarga pada masa kini. Pada masa kini peran keluarga terdapat perubahan. Dimana yang dahulu peran sosialiasi sangat kental, namun sekarang peran sosialisasi digantikan oleh lembaga-lembaga jasa sosialiasi seperti PAUD, dan pembantu rumah tangga. Dengan demikian isi dari materi sosialiasi yang dahulu diperankan oleh keluar inti dan keluarga luas terjadi degradasi. Bahkan berbagai masalah-masalah yang merambah anak dituding karena sebab peran lembaga keluarga tidak optimal. Pada materi ini diharapkan mengkaji tentang fenomena lembaga keluarga dan bagaimana dalam mengatasi fenomena tersebut. Termasuk juga lembaga agama.

Terdapat materi yang seakan tidang terhubung antara Saluran Perubahan Sosial Dalam Masyarakat pada halaman 33 dengan Dampak Perubahan Sosial pada halaman 38. dampak perubahan sosial sepeeti climate change dan global warming harus diakui dengan jujur bahwa adanya pemilihan saliran perubahan sosial yang tidak ramah lingkungan. Pada saat ini terdapat trend dimana masyarakat lebih senang melakukan perilaku nerabas karena semua serba instan. Pandangan serba instan ini juga ada pengaruhnya dengan globalisasi dan modernisasi. Pada materi ini diharapkan mampu mengungkap tentang permasalahan sosial yang muncul dan hubungannya dengan perubahan lingkungan yang seakan tidak ramah lagi.

Selanjutnya pada materi penelitian sosial sederhana. Materi yang mengungkap tentang penelitian sosial
sederhana ini cenderung mengangkat salah satu motede penelitian saja, yaitu penelitian kuantitatif. Padahal permasalahan sosial sebagian besar dapat dimengerti dengan pendekatan penelitian kualitatif.

Walaupun demi kian, kedua pendekatan penelitian ini tetap di kenalkan pada anak secara mendalam. Kemudian terdapat metode penelitian mutakhir tentang pendekatan penelitian sosial maupun penelitian
alam. Motede penelitian terkini itu yaitu metode campuran, atau dengan istilah mixed methode research. Pendekatan penelitian campuran ini telah dikenal dalam dunia penelitian. Diharapkan pada materi ini juga dikenalkan tentang metode penelitian tersebut.

Terlepas dari materi sosiologi kelas XII jurusan ips, pada saat ini terdapat trend pemadatan jam disemua mata pelajaran. Hal ini dikarenakan adanya fenomena Ujian Nasional yang dinomorsatukan dengan metode pembahasan soal-soal Ujian Nasional. Terdapat proses penyampaian materi yang tidak alami, semua ingin instan. Hal ini menyebabkan materi mata pelajaran sosiologi pada semester genap pada kelas XII jurusan IPS, seringkali tidak dibahas. Terlebih banyak guru sosiologi di lapangan yang tidak menguasai metode penelitian. Apalagi masih banyaknya guru pengampu mata pelajaran sosiologi yang tidak memiliki background keilmuan yang linier. Padahal tujuan dalam materi tentang penelitian sosial sederhana ini diharapkan anak memiliki kerangka berfikir yang sistematis dan ilmiah dalam hidup bermasyarakat, dan menyelesaikan masalah-masalah sosial dengan pendekatan yang logis, sistematis, dan ilmiah.

Demikian analisis komponen kelayakan isi, yang didalamnya memuat tentang cakupan materi, akurasi materi, beserta kemutakhiran materi, pada buku sosiologi yang ditulis oleh atik catur budiati pada tahun 2009 ini.