Galery

Galery

The Setting of Sosial Organization

Proses Munculnya Organisasi Sosial
Prof. Wasino
01 April 2011

Menurut Talcot Parson yang dikenal dengan cybernetika sistem sosal budaya, itu ada empat level. Yaitu; (1) sistem budaya, (2) )sistem sosial, (3) sistem kepribadian, (4) sistem genetik.

Pada sistem sosial-lah muncul organisasi sosial.

Anda bisa baca halaman enam, dalam buku organisasi sosial, tentang tipe-tipe analisis kehidupan manusian.

Ada tipe analisis
Disiplin ilmu
Kebudayaan
Filsafat, politik, linguistik, hukum, sastra, etnologi (antropologi budaya).
Sosial
Sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sosiologi
Kepribadian
Psikologi, psikoanalisis
Organisme
Biologi, kedokteran, dan antropologi fisik.



Untuk menjadi guru ips, harus menguasai tipe analisis dan disiplin ilmu yang ada di atas.

Disiplin yang secara menguasi materi organisasi sosial yaitu sosiologi.

(Profesor itu punya 3 tugas yaitu; untuk menyampaikan konseptual pada publik, menulis buku ilmiah, serta menulis di media massa, ungkap Prof. Wasino, 2011).

Kita melangkah ke materi the setting social organization
studi organisasi sosial itu bukan level individual, tatapi pada level masyarakat, komunitas, kerumunan. Demo itu bisa jadi kajian organisasi sosial.

Dalam sebuah organisasi sosial itu tidak dapat dilaukan dengan studi kosong tanpa faktor lain. Terkait dengan latar-belakang2 lain. Apa yang menjadi backgroud dalam organisasi sosial? Diantaranya adalah;
  1. natural envorenment (lingkungan alam). Contoh mereka yang hdp didaerah pantai, maka organisasi, tata ruang, rancang bangun itu dipengaruhi oleh kondisi nelayan. Tapi di belanda tidak ada orang ronda, jagongan, karena di sana suhunya dingin. Lingkungan akan mempengaruhi organisasi sosial. Di bali ada organisasi subak, di jawa juga ada darmatirta. Organisasi itu untuk mengatur pembagian air pada masyarakat pertanian. Di mesir malah ada negara yang mengurusi air. Tepatnya di sungai nil. Menurut c. witfogel mengistilahkan menjadi “the hydralic society”. Dengan demikian natural envorenment itu membentuk organisasi sosial. Makin langka air, organisasinya makin rumit.
  2. Population (penduduk)
    semakin banyak penduduknya semakin rumit organisasi sosialnya. Orang adalah bahan dasar terbentuknya organisasi sosial. Organisasi sosial muncul apabila penduduk berperilaku kolektif untuk mencukupi kebutuhan. Emile durkheim mengatakan, “ukuran penduduk merupakan ukuran utama dalam menentukan kompleksitas organisasi sosialnya”.
  3. Human being (manusia)
    manusia yan dimaksud adalah kualitasnya. Manusia itu memeiliki bebrapa ciri. Pertama yaitu punya sifat berbeda dengan binatang. Misalnya punya rasa malu, ingin maju, manusiawi. Kedua, independent. Pada manusia itu ada sifat ingin bebas. Tetapi manusia itu juga tergantung dengan manusia yang lain. Dalam sosiologi, manusia yang membentuk organisasi sosial itu memiliki ciri cerdas. Mereka selalu belajar dan dapat menyelesaikan masalah. Manusia itu selalu menciptakan simbol2. Siimbol ini digunakan untuk pertukaran makna. Menangkap informasi. Mereka dapat berinteraksi dengan simbol. Manusia itu berbeda, beda dengan malaikat. Dalam kaca mata sosiologi, manusia itu ada kecenderungan untuk maju, kemudian membentuk organisasi sosial. Dalam masyarakat maju dikenal dengan istilah manajement.
  4. Material tecnology (teknologi kebendaan)
    yaitu pengetahuan yang dimiliki oleh penduduk yang berkaitan dengan penggunaan objek2 fisik dan kekuatan2. Teknik-teknik untuk menggali sumber2 alam. Membangun tempat tinggal, membuat alat, manufacture, membikin mobil, menyembuhkan penyakit, menggunakan kekuatan seperti listrik, mencampur barang sistesis untuk menghasilkan produk. Organisasi sosial itu didukung oleh kemampuan dan kemampuan untuk mengolah sumber daya di alam. Baik alat yang sudah ada dan alat yang masih di-impikan. Namun yang perludi catat bahwa, terciptanya orgaisasi sosial itu tidak tergantung pada kepemilikan teknologi kecuali kepentingan untuk bertahan hidup.

Dari empat element itu lah yang menciptakan social envorenment/ lingkungan sosial.

Dalam menilai organisasi sosial itu tergantung kebudayaan relatif. Pada tahun 50-an, yang dikatakn modern itu yang masyarakatnya melakukan eksplorasi alam. Tapi yang sekarang tidak demikian. Yang dikatakan modern itu yang back to nature.